Skandal Dokumen DOJ: Benarkah Potongan Kiswah Ka’bah Dikirim ke Pulau Pribadi Jeffrey Epstein?
Dunia Islam diguncang oleh temuan dokumen dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang mengindikasikan bahwa potongan Kiswah—kain suci penutup Ka’bah—pernah dikirimkan kepada mendiang terpidana kasus perdagangan seksual, Jeffrey Epstein.
Temuan ini memicu kemarahan luas di media sosial dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana benda yang sangat dihormati oleh miliaran umat Muslim bisa jatuh ke tangan seorang kriminal seksual kelas berat.
Kronologi Pengiriman: Dari Arab Saudi ke Little St James
Berdasarkan berkas yang dirilis DOJ pada akhir Januari lalu, terdapat rangkaian korespondensi email dari tahun 2017 antara staf Epstein dan seseorang bernama Aziza al-Ahmadi. Dalam komunikasi tersebut, terungkap rencana pengiriman tiga potong kain yang diklaim sebagai bagian dari Kiswah.
Detail Barang yang Dikirim:
-
Kain Hijau: Berasal dari bagian dalam Ka’bah.
-
Kain Hitam: Lapisan luar yang telah digunakan dan diyakini telah disentuh oleh jutaan jamaah.
-
Ukiran Bordir: Potongan kaligrafi emas yang belum sempat digunakan.
Dokumen Bea Cukai AS tertanggal 14 Maret 2017 mencatat kiriman tersebut sebagai “lukisan, gambar, dan patung” dengan nilai deklarasi sebesar US$10.980 (sekitar Rp183 juta). Paket tersebut dikirim ke rumah Epstein di Palm Beach sebelum akhirnya diteruskan ke St. Thomas, dekat pulau pribadinya, Little St. James.
Intisari Berita: Memahami Urgensi Skandal Jeffrey Epstein
Untuk memberikan pemahaman cepat bagi pembaca, berikut adalah poin-poin utama dari skandal ini:
-
Nilai Sakral Kiswah: Kiswah bukan sekadar kain; ia adalah simbol kehormatan tertinggi dalam Islam yang diganti setiap tahun dan biasanya hanya diberikan sebagai hadiah diplomatik untuk kepala negara.
-
Kontradiksi Moral: Publik mengecam keras dugaan keberadaan benda suci di lokasi yang dikenal sebagai tempat terjadinya kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.
-
Koneksi Saudi: Dokumen menunjukkan Epstein memiliki jaringan komunikasi dengan individu yang mengaku sebagai penasihat atau konsultan di Istana Kerajaan Saudi.
-
Keaslian Belum Terbukti: Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi apakah kain tersebut asli atau merupakan replika berkualitas tinggi yang dijual di pasar gelap.
Misteri “Masjid” di Properti Jeffrey Epstein
Salah satu poin paling membingungkan dalam email tersebut adalah permintaan foto “interior masjid” untuk persiapan sesuatu di dalamnya. Meskipun tidak ada catatan resmi mengenai masjid di pulau pribadi Epstein, para peneliti menyoroti sebuah bangunan dengan kubah emas di Little St. James yang sering disebut sebagai “kuil”.

Beberapa spekulasi muncul apakah Epstein mencoba membangun ruang bertema Timur Tengah atau “masjid” pribadi menggunakan barang-barang asli dari Arab Saudi, termasuk tenda wol tradisional dan karpet yang juga tercatat dalam pengiriman sebelumnya.
Siapa Raafat Alsabbagh? Jaringan Pengaruh Epstein
Dokumen DOJ mengungkap bahwa Epstein tidak hanya mencari barang antik, tetapi juga berusaha mempengaruhi kebijakan finansial Arab Saudi.
Epstein diketahui berkomunikasi dengan Raafat Alsabbagh, yang dalam beberapa laporan disebut sebagai “konsultan di Istana Kerajaan”. Mereka membahas berbagai hal mulai dari kesehatan finansial Aramco hingga percakapan yang jauh lebih gelap. Dalam satu email, Alsabbagh mengirimkan tautan berita tentang remaja yang menjual keperawanannya. Hal ini yang dibalas Epstein dengan komentar: “Akhirnya Anda mengirimkan sesuatu yang berguna.”
Tanggapan Pakar dan Aturan Distribusi Kiswah
Pemerintah Arab Saudi memegang kendali penuh atas pembuatan dan distribusi Kiswah. Ahmed al-Halabi, spesialis haji dan umrah, menegaskan bahwa potongan Kiswah bermotif emas (Belt/Samadias) biasanya hanya diberikan kepada kepala negara Muslim.
“Sangat tidak diperbolehkan memberikan Kiswah kepada non-Muslim, apalagi kepada seseorang dengan rekam jejak kriminal seperti itu. Jika benar asli, ini adalah pelanggaran prosedur yang sangat serius,” ujar para pengamat.
Dr. Simon O’Meara, sejarawan seni Islam, menambahkan bahwa meskipun kain itu sendiri adalah benda fisik. Statusnya sebagai penutup Rumah Allah membuatnya tidak boleh dinodai. Foto Epstein yang tampak memeriksa kain mirip Kiswah di atas lantai (tersebar dari tahun 2014). Hal ini telah dianggap sebagai penghinaan besar bagi umat Islam.
Kesimpulan: Tuntutan Penyelidikan Global Jeffrey Epstein
Skandal Jeffrey Epstein ini meninggalkan lubang besar dalam diplomasi budaya dan keamanan benda suci. Komunitas Muslim global kini mendesak otoritas Arab Saudi untuk melakukan investigasi. Transparan guna memastikan bagaimana jalur distribusi benda tersebut bisa bocor hingga ke tangan pihak yang tidak semestinya.
