Bencana Hidrometeorologi Aceh Makin Parah: Gubernur Mualem Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
BANDA ACEH, INDONESIA – Mengingat kondisi bencana banjir dan tanah longsor yang kian meluas dan parah, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), secara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi untuk seluruh wilayah Aceh. Penetapan ini berlaku selama 14 hari, dimulai dari tanggal 28 November hingga 11 Desember 2025, sebagai langkah percepatan penanganan krisis yang telah memutuskan jaringan komunikasi dan merenggut belasan nyawa.

Keputusan Gubernur Aceh tentang Penetapan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 ini diumumkan Mualem setelah mengikuti Rapat Paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR Aceh) pada Kamis (27/11/2025). Status darurat ini diambil setelah bencana hidrometeorologi, yang dipicu oleh curah hujan ekstrem, melanda hampir di seluruh kabupaten/kota di Bumi Serambi Mekkah. Data sementara menunjukkan, bencana ini telah menyebabkan 13 warga meninggal dunia di berbagai lokasi yang terdampak.
1. Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur Kritis
Dampak bencana ini jauh melampaui sekadar genangan air. Laporan terkini menyebutkan adanya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang sangat vital. Angka 13 korban meninggal dunia menunjukkan tingkat urgensi penanganan yang tinggi. Selain itu, kerusakan terparah dialami oleh infrastruktur transportasi dan komunikasi. Mualem secara khusus menyoroti terputusnya jaringan komunikasi dan rusaknya beberapa jembatan krusial, terutama yang menghubungkan daerah tengah dan timur Aceh. Kerusakan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga tetapi juga menjadi kendala utama bagi tim penyelamat.
“Kita kewalahan juga karena beberapa jembatan terputus seperti di daerah tengah dan timur. Kita kewalahan karena kita transportasi tidak ada,” jelas Mualem, menunjukkan betapa parahnya isolasi yang dialami daerah-daerah terdampak.
2. Strategi Penetapan Status Darurat untuk Mobilisasi Cepat
Penetapan status tanggap darurat adalah mekanisme penting yang memberikan payung hukum bagi Pemerintah Aceh untuk mengerahkan sumber daya secara cepat dan efisien. Mualem berharap keputusan ini dapat mempercepat mobilisasi logistik, proses evakuasi korban, dan yang paling krusial, dukungan lintas lembaga dari pusat maupun daerah. Dengan status ini, prosedur birokrasi yang biasanya memakan waktu dapat dipersingkat, memungkinkan penyaluran bantuan dan alat berat dilakukan tanpa hambatan berarti.
Pemerintah Aceh telah mulai menyalurkan bantuan melalui Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) ke sejumlah daerah. Namun, karena kendala akses, Mualem bahkan harus meminta bantuan helikopter dari Kapolda Aceh untuk melakukan pemantauan udara dan mencoba menjangkau wilayah yang terisolasi total akibat longsor dan jembatan putus. Upaya ini menunjukkan tingkat keparahan yang memerlukan intervensi udara.
3. Intisari Berita Penting bagi Pembaca
-
Status Resmi: Gubernur Aceh menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di seluruh provinsi.
-
Masa Berlaku: Berlaku selama 14 hari, yaitu dari 28 November hingga 11 Desember 2025.
-
Korban dan Dampak: Bencana telah menelan 13 korban jiwa dan menyebabkan jaringan komunikasi serta jembatan terputus di banyak lokasi.
-
Kendala Utama: Kendala terbesar adalah transportasi dan aksesibilitas, memaksa Gubernur meminta bantuan helikopter untuk pemantauan dan evakuasi.
-
Tujuan Penetapan: Mempercepat penyaluran logistik, evakuasi, dan koordinasi antarinstansi untuk menanggulangi krisis yang meluas.
4. Tantangan Ke Depan dan Harapan Pemulihan
Tantangan pasca-penetapan status darurat adalah memastikan logistik sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan melakukan perbaikan infrastruktur yang terputus secepat mungkin. Pemulihan jembatan, khususnya, menjadi prioritas utama agar roda perekonomian dan aktivitas warga dapat kembali berjalan. Komitmen Mualem untuk segera mengambil tindakan tegas melalui penetapan status ini adalah sinyal kuat bahwa Pemerintah Aceh. Hal ini menyadari besarnya skala bencana yang sedang dihadapi dan bertekad untuk memulihkan keadaan secepatnya.








