Momen Jenaka Sidang Kabinet: Menkeu Purbaya Sebut Pengkritik Rupiah ‘Orang Tak Berduit’, Prabowo Tertawa
JAKARTA – Suasana Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026) mendadak cair. Presiden Prabowo Subianto tertawa lepas saat mendengar seloroh dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait narasi negatif mengenai nilai tukar Rupiah.
Dalam rapat tersebut, Menkeu Purbaya memaparkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketegangan geopolitik global. Ia menepis anggapan bahwa nilai tukar Rupiah tengah “hancur” akibat dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Rupiah Hanya Terdepresiasi 0,3% di Tengah Perang
Purbaya mengungkapkan data bahwa kurs Rupiah sebenarnya menunjukkan daya tahan yang luar biasa. Meski kondisi dunia sedang memanas, mata uang Garuda hanya mengalami pelemahan tipis.
“Ada yang bilang mata uang indo hancur. Tapi kalau dikatakan betul Pak, itu setiap perang Rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3%,” lapor Purbaya di hadapan Presiden Prabowo.
Angka ini dianggap sangat stabil mengingat eskalasi konflik di Timur Tengah biasanya memberikan tekanan besar terhadap mata uang negara berkembang (emerging markets).
Sentilan Menkeu: “Yang Jelek-jelekin Enggak Punya Duit”
Momen yang memicu tawa Presiden terjadi ketika Purbaya menganalisis profil pihak-pihak yang kerap menyebarkan narasi buruk mengenai nilai tukar. Menurutnya, pelaku pasar yang sebenarnya justru merasa tenang dengan kondisi ekonomi saat ini.
“Jadi sebetulnya bagus daya tahan kita. Yang real, yang pemain yang punya duit betul bilangnya seperti ini (aman). Tapi yang enggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin,” ucap Purbaya yang langsung disambut tawa oleh Presiden Prabowo.
Interaksi ini juga sempat menarik perhatian Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang bertanya siapa pihak yang dimaksud oleh Purbaya. Menkeu hanya merespons singkat sembari berkelakar, “Haha.. ada Pak.”
