Danantara Indonesia Akuisisi Lahan di Makkah: Proyek Kampung Haji Senilai US$ 1,3 Miliar Dimulai
JAKARTA – CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, melaporkan perkembangan signifikan terkait proyek Kampung Haji di Makkah kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (17/12/2025). Proyek ambisius ini bertujuan untuk memfasilitasi jamaah haji asal Indonesia dengan fasilitas akomodasi yang lebih dekat dan terintegrasi.
Intisari Berita
-
Dua Lokasi Strategis: Danantara Indonesia menetapkan kawasan Thakher dan RCMC Plot 6 sebagai lokasi utama Kampung Haji.
-
Kapasitas Besar: Total daya tampung diproyeksikan mencapai puluhan ribu jamaah dengan ribuan kamar hotel dan apartemen.
-
Investasi Jumbo: Nilai investasi di kawasan Thakher diperkirakan mencapai US$ 1,3 miliar (sekitar Rp20 triliun).
-
Target Pembangunan: Konstruksi di lahan baru diharapkan dapat dimulai pada kuartal IV tahun 2026.
Pembahasan Berita: Detail Proyek Kampung Haji
1. Kawasan Thakher: Akomodasi Eksklusif dan Akses Terowongan
Danantara telah mengambil langkah konkret di kawasan Thakher dengan menandatangani conditional sales and purchase agreement (CSPA) untuk pembelian aset hotel. Lokasi ini hanya berjarak 2,5 km dari Masjidil Haram.
-
Aset Saat Ini: Pembelian satu hotel dengan 3 tower (1.461 kamar) senilai lebih dari US$ 500 juta. Mampu menampung 4.383 jamaah.
-
Pengembangan Mendatang: Pembelian lahan 5 hektare untuk membangun 13 tower tambahan (6.025 kamar) yang dapat menampung 23.000 jamaah.
-
Fasilitas Pendukung: Pembangunan pusat perbelanjaan (mal) dan akses Terowongan Al-Hujun yang dibangun pemerintah Arab Saudi untuk menghubungkan langsung ke Masjidil Haram.
2. Lahan RCMC Plot 6 (Western Hindawiah)
Berlokasi di dekat kawasan bersejarah Al Rusaifah, lahan seluas 4,4 hektare ini sedang dalam proses lelang (bidding).
-
Status Tender: Indonesia telah masuk dalam dua besar kandidat pemenang tender. Pengumuman resmi dijadwalkan pada Januari 2026.
-
Estimasi Biaya: Harga tanah diperkirakan mencapai US$ 750 juta.
-
Rencana Konstruksi: Pembangunan di lahan kosong ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun 2026.
3. Adaptasi Regulasi Kepemilikan Tanah Arab Saudi
Rosan menjelaskan bahwa status pembelian saat ini masih bersifat bersyarat. Hal ini dikarenakan regulasi baru Pemerintah Arab Saudi mengenai kepemilikan aset tanah oleh pihak asing baru akan resmi berlaku pada Januari 2026. Langkah proaktif Danantara memastikan Indonesia mendapatkan posisi strategis sebelum pasar terbuka sepenuhnya.
